Categories
Uncategorized

Eksplorasi objek wisata tentena di kabupaten poso

Tentena merupkan kota kecil yang terletak di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah serta Bunda Kota Kecamatan Pamona Puselemba. Posisinya terletak di pinggiran Danau Poso, dekat 54 kilometer sebelah tenggara dari Kota Poso serta 258 kilometer sebelah tenggara Kota Palu, Bunda Kota Provinsi Sulawesi Tengah. Kecamatan Pamona mempunyai energi pikat tertentu, mulai dari keelokan alamnya, kekayaan budaya, macam kuliner yang khas hingga kearifan lokalnya yang masih terpelihara.

Terdapat sebagian tempat wisata yang harus didatangi bila Kamu lagi terletak di Tentena, di antara lain keunikan Dodoha Mosintuwu yang berbentuk rumah bambu di Tepian Danau Poso, kesegaran Air Terjun Saluopa di Desa Wera, dan keelokan Danau Tektonik Poso yang terdapat di sejauh 17 desa.

Rumah Bambu, Dodoha Mosintuwu

Dodoha Mosintuwu terletak di Desa Yosi, Kecamatan Pamona Pusalemba serta berdiri kuat di tepi Danau Poso, Tentena. Tempat ini dibentuk dengan style arsitektur yang unik. Nyaris totalitas bahan dasarnya memakai bambu, dibangun sedemikian rupa sampai menciptakan karya seni yang luar biasa. Bambu merupakan tumbuhan yang gampang ditemukan di Sulawesi Tengah, tetapi siapa sangka dapat jadi karya seni yang menarik hati orang yang melihatnya?

Kamu hendak menemukan kesan mendalam bila berkunjung ke Dodoha Mosintuwu. Tempat ini jadi ruang bertemunya orang- orang dari bermacam tempat serta latar balik. Mereka berjumpa buat semata- mata menikmati kopi kojo khas Pamona ditemani jajanan kue kampung. Terkadang mereka pula tiba buat menikmati masakan kuliner khas Suku Pamona yang berbahan dasar ikan dari danau.

Tidak tidak sering Dodoha Mosintuwu dijadikan ruang dialog para kaula muda, pelajar, mahasiswa, apalagi akademisi sampai pakar dari bermacam disiplin ilmu berjumpa buat membicarakan keunikan macam budaya Pamona serta isu- isu area disekitar Danau Poso.

Sembari ngopi di Dodoha Mosintuwu, wisatawan dapat bersantai sembari membaca novel dengan aman dengan atmosfer yang syahdu serta semilir angin danau yang menyejukan hendak membuat Kamu betah berlama- lama di mari. Terlebih terdapat bibliotek dengan koleksi ratusan novel yang disediakan di ruang tengah. Mengasyikkan, bukan?

Bila Kamu berkunjung dikala pagelaran Festival Mosituwu yang dipusatkan di Dodoha Mosituwu, terdapat banyak aktivitas menarik yang dapat Kamu nikmati. Di antara lain, terdapat pertunjukan rakyat serta moapu( demo memasak) santapan tradisional. Pada kegiatan demo masak ini, Kamu dapat sekalian mencicipi makanannya ataupun membeli oleh- oleh khas wilayah ini. Terdapat pula pertunjukan musik tradisi, berjumpa para pengrajin, karnaval, serta macam- macam workshop bimbingan sampai berbagi bibit tumbuhan.

Buat Festival Mosintuwu 2019 diselenggarakan pada bulan Oktober sepanjang 3 hari. Festival ini dimanfaatkan wisatawan buat berjumpa, belajar, serta memperingati keragaman budaya, kekayaan alam, serta keaneka ragaman biologi di Kabupaten Poso. Bila Kamu mau mendatangi festival ini, silahkan pantau datanya dari web formal Institut Mosintuwu. Masing- masing tahun acaranya terus menjadi menarik lho!

Air Terjun Saluopa

Sehabis mendatangi Dodoha Mosintuwu, jangan hingga Kamu melupakan Air Terjun Saluopa. Objek wisata yang telah populer ini jadi salah satu primadona pariwisata Sulawesi Tengah. Air Terjun Saluopa secara administratif

terletak di Desa Wera, Kecamatan Pamona Puselemba. Tadinya posisi ini tercatat terletak di wilayah Desa Tonusu, Kecamatan Pamona Utara. Buat hingga ke posisi ini, Kamu butuh menempuh jarak 12 kilometer dari arah barat Kota Tentena, ataupun dekat 1 jam buat hingga di air terjun Saluopa.

Jalur mengarah Air Terjun Saluopa dapat dilalui motor maupun mobil serta tidak terdapat kesusahan yang berarti buat menggapai tempat yang indah ini. Terdapat tempat parkir kendaraan yang disediakan pemerintah setempat. Lumayan membayar Rp 2. 000/ motor saja. Dari tempat parkir, Kamu butuh berjalan kaki dekat 500 m saja menyusuri jalur yang sudah disediakan. Sejauh jalur Kamu hendak memandang warung- warung yang sediakan santapan serta minuman. Terus menjadi masuk ke dalam, udaranya hendak terasa sejuk.

Air Terjun Saluopa dikelilingi oleh pohon- pohon besar serta rindang. Di posisi air terjun Kamu hendak mendengar suara- suara alam dari gemericik air, suara hewan yang silih bersahutan, kicauan burung, dsb. Suara- suara alam tersebut begitu mendamaikan hati.

Air terjun Saluopa bak harta yang tersembunyi di tengah Hutan Poso. Keelokan yang menawan dari 12 tingkatan airnya membuat orang susah buat memilah ditingkat keberapa yang pemandangannya sangat keren, sangat asik buat mandi- mandi, ataupun hanya berswafoto. Tiap tingkatan mempunyai keelokan tertentu, membuat kita hendak berdecak kagum deh! Debit airnya banyak serta sangat jernih, tidak heran bila air terjun ini populer sampai ke mancanegara.

Kamu tidak hendak kehilangan spot gambar walaupun seharian terdapat di Saluopa. Bukan cuma itu saja,

sebab terletak di tengah hutan yang masih terpelihara baik, terdapat jalan tracking yang dapat Kamu coba buat menaikkan pengalaman seru berkunjung ke Tentena. Bila mau menginap, terdapat 4 unit cottage yang disewakan dengan harga Rp 165. 000 per kamar dengan sarana yang lumayan mencukupi.

Danau Tektonik Poso

Tidak hanya Dodoha Mosintuwu serta Air Terjun Saluopa, Kota Tentena, Kabupaten Poso juga

populer melalui keelokan Danau Poso. Danau ini dikira bagaikan danau ketiga terbanyak di Indonesia dengan panjang 32 km serta lebar 16 km. Danau ini terletak di ketinggian 657 m.

Bagi sejarah, Danau Poso tercipta sebab gempa tektonik sehingga menjadikan danau ini terlihat indah sekalian unik. Airnya jernih dengan corak biru tosca semacam air laut. Pasirnya juga putih bersih dan ditepian danau pemandangannya sangat asri serta rindang sebab ditumbuhi banyak pepohonan. Syahdu sekali!

Danau Poso pula ialah habitat dari beberapa ikan endemik semacam belut Anguilla marmorata yang bermigrasi antara danau serta laut. Terdapat pula 11 spesies ikan endemik serta sebagian spesies penemuan terkini. Tidak hanya itu, ada siput air tawar, sebagian udang, serta tipe kepiting yang telah sangat jarang keberadaanya.

Terdapat dekat 17 desa yang terletak di sejauh pesisir Danau Poso. Sebagian besar pesisir ditempati penduduk Suku Pamona, suku yang mendominasi Kabupaten Poso serta masih mempraktekan kearifan lokal dalam kehidupan tiap hari semacam tradisi menangkap ikan di Danau Poso pada siang hari yang diberi nama Mosango, sebaliknya pada malam hari diucap Monyilo.

Lengkap, bukan? Tunggu apa lagi? Mari berkunjung ke Tentena serta mengadakan pengalaman serumu dengan mendatangi rumah bambu Dodoha Mosintuwu, Air Terjun Saluopa, serta Danau Tektonik Poso!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *